pantun, puisi
Tuesday, February 19th, 2008Sesekali
Ada kala aku merasa sepi
Ada kala aku merasakan lagi
Ku tahu… kau kini
tak lagi sendiri
Ku tahu… mungkin aku tak lagi kau ingini
Aku hanya
merindukanmu
Di sejenak pagi
Aku hanya ingin kau tahu
Bukan tuk
kembali
Keyakinan
Saat kau yakin semuanya kan kembali cerah
Semua yang gelap pasti berlalu
dalam putaran waktu
Saat kau ragu kesedihan kan segera berlalu
Kebahagiaan
terasa laksana senja
Saya mengerti, hati yg terluka sulit untuk membuat pikiran
terbuka
Saya mengerti bahwa hati yang terluka terkadang sulit untuk membuat pikiran
terbuka. Saya mengerti bahwa jiwa yang mencinta seringkali berharap adanya
balasan yang setimpal saat itu juga dan dengan orang yang dimaksudkan itu juga.
Saya mengerti, jika harapan itu tidak terkabul, satu-persatu mulai bertanya
pertanyaan yang sama pada Tuhan YME. InsyaAllah, saya mengerti itu semua, sebab
saya pun pernah mengalami. Bagaimanapun juga berjiwa besar tidak akan pernah
membuat kita kecil bukan???
1000
Hari
1000 hari menjelang nyaris melahirkan 1000 hari pengharapan. Aku masih banyak
terdiam, aku masih larut dalam kenangan.Seolah tak percaya bahwa kau pergi, aku
berdiam diri menanti. 1000 hari memang bukan waktu yang lama, namun 1000 hari
juga bukan jawabnya.
Atau mungkin 1000 hari lagi ?
Ketika Seseorang Itu Pergi Meninggalkanmu
Puisi ini saya buat khusus untuk seorang komentator yang menggunakan inisial
angka 4171 dalam posting saya berjudul Informasi & Mesin Pencari.
Untuk 4171, jika akhirnya kamu berkunjung lagi ke blog ini dan membaca
tulisan ini, saya harap bisa merenungi apa yang saya tulis khusus buat kamu.
Bukan maksud saya untuk menggurui kamu atau mengatur hidupmu. Puisi berikut
hanya sekedar saran dari seorang yang peduli terhadap sebuah rasa bernama
“Cinta”.
Tulus Cinta
Tulus…
Hanya memberi
Tanpa meminta
Cinta…
Untuk Dirasa
Tanpa
menjaja
Puisi
Hari Ini
Hari ini aku mencintaimu
Seperti kemarin ketika rasa ini mulai
tumbuh
Hari ini aku tetap mengharapkanmu
Seperti mula aku memintamu
mendampingku
Hari ini tak ada satupun yang berubah
Hanya waktu yang
semakin panjang untuk sebuah penantian
Tapi kupastikan… hari ini tetap kan
ada sepanjang masa
Hanya Rindu Biasa, LCD
Puisi ini sekedar menceritakan pengalaman masa lalu penulis, yang menyukai
seorang wanita yang lebih tua dan akhirnya harus memendam rasa, meski kedekatan
sudah sedemikian ada. Lalu, perlahan mulai terbangun jarak seiring dengan
keinginan untuk melindungi perasaan dan baiknya hubungan yang telah
terbentuk.Klik judul untuk membaca puisinya…